Untaian kata sepanjang
cita-cita rentangan makna
menjalin dunia pembimbing
putra-putri semua bangsa bersama kita meninggikan harkatnya

Apa Siapa

Murti BunantaMurti Bunanta adalah Doktor pertama dari Universitas Indonesia yang meneliti sastra anak-anak sebagai topik disertasi.  Penelitian mengenai sastra anak-anak sudah dirintisnya sejak mengambil Sarjana Sastra dan Gelar Magister, juga di Universitas Indonesia.

Selain itu, Murti Bunanta banyak menghasilkan tulisan (lebih dari 200 buah) mengenai sastra anak-anak untuk penelitian, makalah, untuk berbagai media massa  di Indonesia dan jurnal ilmiah di luar negeri. Sampai tahun 2016 kurang lebih  sudah 200 kali menjadi pemrasaran/ pemakalah dan panelis pada seminar dan lokakarya mengenai sastra anak, kebudayaan anak, mendongeng dan dongeng, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, antara lain : Thailand, Malaysia, Singapura, Australia, China, Makau, Afrika Selatan, Jepang, India, Laos, Iran, Spanyol, Denmark, Korea, Inggris, Jerman dan Swedia.

Murti Bunanta juga pendiri dan ketua Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA-Sejak 1987),  Society for the Advancement of Children’s Literature (SACL-Sejak 1987), dan Indonesian Board on Books for Young People (INABBY-Sejak 1990), organisasi nir-laba yang merupakan pelopor dalam berbagai kegiatan untuk memajukan bacaan anak di Indonesia.

Selain menulis dua buku mengenai Literatur Anak pada tahun 1997 dan 2004, Murti Bunanta juga menulis buku untuk anak. Bukunya yang pertama berjudul Si Bungsu Katak (1998) (dwibahasa – Indonesia dan Inggris) mendapat hadiah internasional dari Polandia, The Janusz Korzcak International Literary Prize. Pada tahun yang sama, Murti Bunanta juga menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Republik Indonesia, Bapak Marzuki Usman (1998).  Empat puluh dua buku lainnya telah terbit tahun 2001, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, dan 2009. Pada tahun 2003 terbit pula karyanya berjudul Indonesian Folktales berupa kumpulan cerita rakyat dalam bahasa Inggris untuk penerbit Amerika. Tahun 2013, bukunya yang berjudul The Tiny Boy and Other Tales from Indonesia diterbitkan di Kanada oleh Penerbit Groundwood. Selain itu, pada tahun yang sama, tiga rakyat yang ditulisnya diterjemahkan ke dalam bahasa Korea, yaitu Hua Lo Puu dan Anak Kucing yang Manja, diterbitkan oleh Penerbit Korea: Jungin Book, serta Masarasenani dan Matahari  diterbitkan oleh Penerbit Korea: The Choice Maker.

Jamuan Makan malam

Penghargaan ketiga yang diterima Murti adalah Octogones 2002 dari Prancis untuk bukunya Legenda Pohon Beringin.  Pada tahun 2002 Murti menerima penghargaan keempat BIB Honorary Award (Biennale Illustrations Bratislava) dari Slovakia untuk pengabdiannya dalam berbagai kegiatan untuk memajukan mutu ilustrasi buku anak di Indonesia. Penghargaan kelima yang diterimanya adalah Honorable Mentioned BIB 2005 dari Slovakia atas prakarsanya menerbitkan buku cerita untuk pembaca pemula (16 judul), yang dinilai sebagai cara untuk meningkatkan minat baca anak sejak dini. Penghargaan keenam adalah IBBY Honour List 2008 - Certificate of Honour Writing untuk buku Putri Kemang (Princess Kemang) yang diterimanya di Denmark bulan September 2008. Penghargaan ketujuh, bukunya yang berjudul My First Dictionary - Insect masuk ke dalam buku pilihan Outstanding Book for Young People with Disabilities 2009. Penghargaan kedelapan yang ia terima adalah terpilihnya bukunya yang berjudul The Tiny Boy and Other Tales from Indonesia (diterbitkan oleh penerbit Groundwood, Kanada) dalam USBBY Outstanding International Books (OIB) List 2014 (Amerika).

Murti adalah pengarang buku anak-anak Indonesia pertama yang karya-karyanya mendapat penghargaan internasional di luar negeri (Polandia, Perancis, dan Amerika).  Juga dia adalah pengarang buku anak-anak Indonesia pertama yang karyanya diterbitkan di luar negeri (Amerika, Kanada).  Ia pula pengarang buku anak-anak Indonesia yang pertama yang karyanya diterjemahkan di luar negeri (Jepang, Mongolia, Korea, dan Jerman). Dua bukunya yang berjudul "Masarasenani dan Matahari" (cerita rakyat Papua) dan "Hua Lo Puu" (cerita rakyat Maluku) diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional menjadi Buku Braille pada tahun 2009 untuk dipakai di sekolah untuk anak berkebutuhan khusus di seluruh Indonesia.

Dari tahun 1992 – 1996 bertugas menjadi Komite Eksekutif IBBY (International Board on Books for Young People – berkedudukan di Basel – Swiss).  Tahun 1997, 1999, 2001, dan 2005 menjadi anggota juri internasional lomba ilustrasi dunia, BIB (Biennale Illustrations Bratislava). Pada tahun 2011, Murti menjadi Presiden dari Juri Internasional BIB yang ke 23. Demikian pula, pada tahun 2013, untuk kedua kalinya Murti kembali mendapat kepercayaan menjadi presiden juri BIB kedua kalinya  untuk ajang bergengsi ini. Tahun 1999 menjadi juri internasional lomba ilustrasi buku anak di Iran dan tahun 2012 dan 2017 menjadi juri internasional lomba mendongeng di Iran. Murti menjadi ketua juri lomba ilustrasi INABBY di Indonesia pada tahun 1993.

Pelatihan bercerita di Univ. AtmajayaTahun 1993, 1994 dan 1995 menjadi juri internasional Asahi Shimbun Reading Promotion Award.  Selain itu, Murti Bunanta juga menjadi anggota berbagai organisasi internasional peneliti sastra anak-anak. Dia juga menjadi Editorial Advisory Board dari Majalah Ilmiah UNISA (University of South Africa), Mousaion. Sejak tahun 1995, Murti menjadi International Committee dari BIB dan juga sejak 2010 sampai saat ini, Murti menjadi Board of Advisors dari AFCC (Asian Festival of Children’s Content)-Singapore.

Penelitian mengenai sastra anak-anak sudah dirintisnya sejak mengambil gelar Sarjana Sastra (S.S.) dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia jurusan Sastra Belanda dengan judul skripsi, Konflik Rumah Tangga dalam Bacaan Anak-Anak Belanda, 1982 (suatu pembicaraan mengenai pantangan).  Gelar Magister (M.A.) juga diperoleh dari Universitas Indonesia Fakultas Pasca Sarjana Universitas Indonesia Program Studi Amerika dengan judul tesis, Mark Twain’s Adventures of Huckleberry Finn : A Consideration of Rascism and Audience (1986).  Penelitian ini berkaitan dengan bacaan anak di Amerika.  Disertasi-nya yang diraih tahun 1997 berjudul, Problematika Penulisan Cerita Rakyat untuk Anak di Indonesia. Sebagai chlidren's folklorist, Murti banyak meneliti cerita rakyat Nusantara untuk anak.

Murti Bunanta juga merupakan kolektor buku anak-anak, Indonesia dan mancanegara (berjumlah 30.000 judul buku) dari kurang lebih 37 negara.

Karena kiprahnya Murti Bunanta mendapat nominasi untuk menerima ALMA Award (Astrid Lingren Memorial Award-Sweden), tahun 2011, 2012, 2013, 2014, dan 2016 salah satu penghargaan bergengsi di dunia bacaan anak. Tahun 2013, Murti dianugerahi dua penghargaan internasional dari Slovakia. Ini menjadi penghargaan kesembilan dan kesepuluh bagi Murti Bunanta. Penghargaan kesembilan adalah L'udmila Podjavorinska Plaque, diberikan Menteri Kebudayaan Republik Slovakia atas jasa beliau dalam mempromosikan bacaan anak Slovakia ke manca negara. Penghargaan ini diserahkan di Bratislava, 4 September 2013. Beberapa hari kemudian, dalam perayaan 20 tahun berdirinya Republik Slovakia di Jakarta tanggal 9 September 2013, Murti menerima penghargaan kesepuluh untuknya dari Wakil Perdana Menteri Slovakia, Miroslav Lajčák, yang diserahkan oleh Duta Besar Slovakia, Stefan Rozkopal. Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap jasanya yang luar biasa untuk persahabatan Slovakia dan Indonesia serta nama baik Slovakia di dunia melalui buku anak. Pada 3 Oktober 2014, Murti mendapatkan Anugrah Kebudayaan dari Pemerintah Indonesia untuk jasa - jasanya ini. Penghargaan keduabelas yang diterima Murti Bunanta adalah IBBY Honorary Member 2016 yang diterimanya di Auckland, Selandia Baru pada 18 Agustus 2016.

Di bawah pimpinannya Kelompok Pencinta Bacaan Anak banyak menyelenggarakan acara lokakarya menulis dan membuat ilustrasi, seminar, pelatihan ilustrasi, dan kegiatan membacakan buku dan mendongeng untuk anak-anak di sekolah, perpustakaan, dan rumah sakit. Murti juga sering mengundang pembicara dan pendongeng dari dalam serta luar negeri.Membuat wall hanging

Murti Bunanta adalah pengajar di Universitas Indonesia pada Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informatika sejak tahun 1989 - 2007. Sejak 2008, Murti mengajar di Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Murti Bunanta banyak melakukan perjalanan ke berbagai daerah terpencil bersama tim KPBA, memberikan donasi buku bagi perpustakaan melalui layanan perpustakaan motor, mengajar guru-guru dan mendongeng bagi anak-anak secara sukarela, antara lain di Tobelo (Maluku), Aceh, Maumere, Riau, Padang, Yogya, Klaten, Bali, dan lain-lain. Selain di Indonesia, Murti juga mengunjungi sekolah, perpustakaan, dan bercerita di India, Afrika Selatan, Iran, Thailand, Denmark, Swedia, dan Penang (Malaysia).

Murti Bunanta dengan KPBA, organisasi yang didirikannya, adalah pionir dalam usaha meningkatkan mutu bacaan anak dan sumber daya manusia-nya di Indonesia sejak 1987.